Taqwa menurut bahasa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. “memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk allah
Menurut istilah: Sahabat Ali berkata: “Taqwa adalah takut
kepada Allah yang Maha Agung, beramal sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah,
qana-ah terhadap yang sedikit dan bersiap untuk hari akhir.
Kemudian kata ‘Taqwa’ banyak dipakai sebagi ungkapan
‘menjauhi semua larangan’. Abu Hurairah berkata ketika ditanya tentang taqwa:
‘Apakah engkau pernah berjalan di jalan yang penuh dengan duri?’ shahabat
menjawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Apa yang engkau lakukan? Saya pastikan kaki
saya, saya majukan atau mundurkan dari duri itu.’ Abu Hurairah berkata: ‘Itulah
taqwa.’
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan
dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ
الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)
وَسَارِعُوا
إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS.AliImran : 133)
Kata para
ulama, minimal ada 5 jalan yang dapat dilalui untuk menggapai taqwa, yaitu :
Mu’ahadah, Muraqabah, Muhasabah, Mu’aqobah, dan Mujahadah
1.
Mu’ahadah
Mu’ahadah adalah senantiasa mengingat
perjanjian kita dengan Allah. Bukankah kita senantiasa berjanji kepada Allah
minimal 17 kali sehari semalam. Didalam shalat, kita membaca :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ
نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada
Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
(QS. Al-Fatihah : 5)
2.
Muraqabah
Jalan yang berikutnya untuk
meningkatkan ketaqwaan adalah muraqabah. Muraqabah adalah merasa selalu diawasi
oleh Allah. Yaitu merasakan bahwa Allah itu selalu mengawasi kita dimanapun
kita berada.
هُوَ الَّذِي خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ
السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dialah yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas
‘Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar
daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia
bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan” (QS. 57 : 4)
3) Muhasabah
Muhasabah
berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, makna dari kata tersebut secara
etimologis ialah melakukan perhitungan.
Di
dalam terminilogi syari, makna dari muhasabah ialah sebuah upaya untuk
melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua
aspeknya.
Muhasabah
merupakan perintah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Allah berfirman:
$pkr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£s% 7tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7Î7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ
18. Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan
bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
(QS. Al-Hasyr: 18).
4. Mu’aqobah
Mu’aqobah
adalah senantiasa memberikan sanksi atas kelalaian dalam beribadah. Sanksi atau
hukuman ini dilakukan apabila melakukan kesalahan atau lalai dari beribadah
kepada Allah. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah, Umar
bin Khattab ra, beliau mengunjungi kebunnya yang begitu luas. Kemudian selesai
mengunjungi kebun, beliau bergegas pulang dan beliau melihat orang-orang telah
selesai shalat ashar berjama’ah. Beliau merasa sangat rugi ketinggalan shalat ashar
berjamaah, maka sebagai hukumannya beliau menginfakkan kebun yang beliau
kunjungi untuk kepentingan kaum muslimin, karena sebab kebunnyalah yang telah
melalaikannya dalam ber dzikir kepada Allah, subhanallah.
Mu’aqobah
ini sebenarnya sangat penting, untuk memberikan efek jera pada diri disaat
malas beribadah. Namun hendaknya sanksi yang diberikan bukanlah sanksi yang
memberatkan atau yang menyiksa diri. Dengan sanksi yang ada, kita akan tergerak
untuk tidak mengulang lagi kesalahan yang sama. Contoh mu’aqobah misalnya, kita
komitmen apabila tidak shalat berjamaah di masjid maka kita akan berinfak Rp.
5.000,- ke kotak infaq di masjid. Atau menggantinya dengan amalan kebaikan yang
lain, misal menyapu halaman masjid atau yang lainnya. Rasulullah bersabda : “Bertaqwalah
kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah perbuatan jelek dengan
perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan jelek,
dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR. Tirmidzi)
5. Mujahadah
Mujahadah
artinya selalu bersungguh-sungguh dalam setiap amal ibadah sekecil apapun.
Karena ketaatan kita beribadah selalu dimulai dari hal-hak yang kecil. Manakala
yang kecil saja tidak mampu dilaksanakan maka bagaimana kita akan meraih yang
lebih besar.
Manakala seorang mukmin selalu menjalankan 5 M ini,
mu’ahadah, muraqabah, muhasabah, mu’aqabah dan mujahadah disetiap harinya, maka
insyaAllah ketaqwaannya kepada Allah akan semakin hari semakin meningkat
Berikut ini adalah Ciri-Ciri Orang Yang Bertaqwa Menurut Al-Qur’an :
1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq
ٱلَّذِينَ
يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ
يُنفِقُونَ
[yaitu] mereka yang beriman kepada
yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami
anugerahkan kepada mereka, [Q.S. al-Baqarah: 3].
2.
Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat.
وَٱلَّذِينَ
يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ
هُمۡ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab
[Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah
diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat . (Q.S.
al-Baqarah: 4).
3. Beriman kepada: Allah, Hari akhir,
para malaikat, kitab-kitab, para nabi; berinfaq, memerdekakan budak, mendirikan
shalat, zakat, menepati janji dan sabar.
لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن
تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ
مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةِ وَٱلۡكِتَـٰبِ
وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلۡقُرۡبَىٰ
وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآٮِٕلِينَ وَفِى
ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّڪَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ
بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَـٰهَدُواْۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلۡبَأۡسَآءِ
وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْۖ
وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur
dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah
beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir [yang memerlukan pertolongan] dan orang-orang yang
meminta-minta; dan [memerdekakan] hamba sahaya, mendirikan shalat, dan
menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar [imannya]; dan mereka itulah orang-orang
yang bertakwa. (Q.S.al-Baqarah: 177).
4. Berinfaq di waktu lapang atau
sempit, menahan amarah, dan pemaaf.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى
ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ
ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
[yaitu] orang-orang yang menafkahkan
[hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan. (Q.S. Ali-Imran: 134)
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ
فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ
لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ
مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
5.
Berpuasa Ramadhan
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن
قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa, (Q.S.al-Baqarah:183)
6. Tidak Silau Keindahan duniawi
زُيِّنَ
لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِۗ
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam
pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang
beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di
hari kiamat (Q.S.al-Baqarah: 212).
7.
Selalu berbuat kebajikan.
وَمَا يَفۡعَلُواْ مِنۡ
خَيۡرٍ۬ فَلَن يُڪۡفَرُوهُۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ
Dan apa saja kebajikan yang mereka
kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi [menerima pahala] nya; dan
Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Ali Imran:115).
8.
Bersegera kepada ampunan Allah.
وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ
مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ
أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan
dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran: 133)
9.
Selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya.
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ
فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ
لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ
مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Dan [juga] orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan
Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat
mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S.Ali-Imran: 135).
10. Bersabar saat diuji harta dan
dirinya.
لَتُبۡلَوُنَّ فِىٓ
أَمۡوَٲلِڪُمۡ وَأَنفُسِڪُمۡ وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ
مِن قَبۡلِڪُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَذً۬ى كَثِيرً۬اۚ وَإِن
تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٲلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap
hartamu dan dirimu. Dan [juga] kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari
orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang
mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu
bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang
patut diutamakan. (Q.S. Ali Imran: 186).
11.
Menjadikan akhirat sebagai TUJUAN hidup.
وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ
ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬
لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini,
selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu
lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
(Q.S. al-An’am: 32).
12.
Menyebarkan da’wah.
وَمَا
عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَىۡءٍ۬ وَلَـٰڪِن ذِڪۡرَىٰ
لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ
Dan tidak ada pertanggungjawaban
sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi
[kewajiban mereka ialah] mengingatkan agar mereka bertakwa. (Q.S. al-An’m: 69).
13.
Menutup aurat
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدۡ
أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسً۬ا يُوَٲرِى سَوۡءَٲتِكُمۡ وَرِيشً۬اۖ وَلِبَاسُ
ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٲلِكَ خَيۡرٌ۬ۚ
Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah
menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk
perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. (Q.S. Al-A’raf: 26).
14.
Berdzikir manakala ditimpa kebimbangan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ
إِذَا مَسَّہُمۡ طَـٰٓٮِٕفٌ۬ مِّنَ ٱلشَّيۡطَـٰنِ تَذَڪَّرُواْ فَإِذَا هُم
مُّبۡصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa
bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka
ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Q.S. al-A’raf: 201).
15.
Menyuruh Keluarga Mendirikan shalat dan sabar mengerjakannya.
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ
بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡہَاۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقً۬اۖ نَّحۡنُ
نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu
mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta
rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat [yang baik] itu
adalah bagi orang yang bertakwa. (Q.S. Thaha: 132).
16.
Tidak sombong dan tidak berbuat kerusakan
تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ
نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّ۬ا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادً۬اۚ
وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk
orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di [muka]
bumi. Dan kesudahan [yang baik] itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(Q.S. al-Qashash: 83).
17.
Muslimah hendaklah menjaga pandangan dan kata-kata dalam berbicara.
يَـٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ
لَسۡتُنَّ ڪَأَحَدٍ۬ مِّنَ ٱلنِّسَآءِۚ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّ فَلَا تَخۡضَعۡنَ
بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلۡبِهِۦ مَرَضٌ۬ وَقُلۡنَ قَوۡلاً۬
مَّعۡرُوفً۬ا
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian
tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu
tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam
hatinya , dan ucapkanlah perkataan yang baik, (Q.S. al-Ahzab: 32).
18.
Membawa kebenaran dan membenarkannya.
وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ
وَصَدَّقَ بِهِۦۤۙ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ
Dan orang yang membawa kebenaran
[Muhammad] dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S.
Az-Zumar: 33).
19.
Menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji.
ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ
كَبَـٰٓٮِٕرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٲحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٲسِعُ
ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ
أَنتُمۡ أَجِنَّةٌ۬ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ
هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
[Yaitu] orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui [tentang
keadaan]mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin
dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Q.S. An-Najm: 32).
20. Selalu mengambil pelajaran dari
al-Qur’an.
وَإِنَّهُ ۥ
لَتَذۡكِرَةٌ۬ لِّلۡمُتَّقِينَ
Dan sesungguhnya Al Qur’an itu
benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-Haaqqa:
48).
Semoga bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ
ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala
puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun
dan bertaubat kepada-Mu.”
Sifat Orang Bertaqwa
1. Tidak Silau Keindahan duniawi
زُيِّنَ
لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِۗ
Kehidupan
dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang
hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih
mulia daripada mereka di hari kiamat (Q.S.al-Baqarah: 212).
2. Selalu berbuat kebajikan.
وَمَا
يَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٍ۬ فَلَن يُڪۡفَرُوهُۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ
Dan
apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak
dihalangi [menerima pahala] nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang
bertakwa. (Q.S. Ali Imran:115).
2. Bersegera kepada ampunan Allah.
وَسَارِعُوٓاْ
إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ
وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ
Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S.
Ali Imran: 133)
3. Selalu mengingat Allah dan memohon
ampun atas dosa-dosanya.
وَٱلَّذِينَ
إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ
فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ
يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Dan
[juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
(Q.S.Ali-Imran: 135).
4. Menjadikan akhirat sebagai TUJUAN
hidup.
وَمَا
ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ
خَيۡرٌ۬ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
Dan
tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan
sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. al-An’am: 32).
5. Berdzikir manakala ditimpa
kebimbangan.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ إِذَا مَسَّہُمۡ طَـٰٓٮِٕفٌ۬ مِّنَ ٱلشَّيۡطَـٰنِ
تَذَڪَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبۡصِرُونَ
Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka
ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
(Q.S. al-A’raf: 201).
6. menafkahkan
(hartanya), menahan amarah dan mema’afkan kesalahan orang lain
الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“(Yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (Qs.
Ali ‘Imran: 134)
7.Selalu membersihkan hatinya
<§øÿtRur $tBur $yg1§qy ÇÐÈ $ygyJolù;r'sù $yduqègéú $yg1uqø)s?ur ÇÑÈ ôs% yxn=øùr& `tB $yg8©.y ÇÒÈ ôs%ur z>%s{ `tB $yg9¢y ÇÊÉÈ
7.
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa
itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
9. Sesungguhnya beruntunglah orang
yang mensucikan jiwa itu,
10. dan Sesungguhnya merugilah orang
yang mengotorinya.
Fadilah/Keutamaan
Yang akan di dapatkan ketika bertaqwa:
1.
Allah mengadakan jalan keluar dan memberi rizky
di arah yang tidak disangka-sangka
وَمَنْ
يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا
يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya
Dia akan mengadakan jalan
keluar baginya dan memberinya
rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [At-Thalaq/65 : 2-3]
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma- dari setiap
kesusahan dunia maupun akhirat
2.
Ï«¯»©9$#ur z`ó¡Í³t z`ÏB ÇÙÅsyJø9$# `ÏB ö/ä3ͬ!$|¡ÎpS ÈbÎ) óOçFö;s?ö$# £`åkèE£Ïèsù èpsW»n=rO 9ßgô©r& Ï«¯»©9$#ur óOs9 z`ôÒÏts 4 àM»s9'ré&ur ÉA$uH÷qF{$# £`ßgè=y_r& br& z`÷èÒt £`ßgn=÷Hxq 4 `tBur È,Gt ©!$# @yèøgs ¼ã&©! ô`ÏB ¾ÍnÍöDr& #Zô£ç ÇÍÈ
4.
dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara
perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa
iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang
tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah
sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya
Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
3. Di limpahkan berkah dari langit dan
bumi
وَلَوْ
أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ
مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا
يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami
siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri” [Al-A’raf/7 : 96]
لَئِنْ شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kalian bersyukur,
niscaya Aku tambahkan nikmatKu atasmu” [Ibrahim/14 : 7] [17]
4.
Orang Yang Mulia Disisi Allah adalah yg bertaqwa
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ
شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ
عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di
sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)



