Kunci Sukses: Do’a,Ikhtiar & Tawakal
1. Doa - merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezki yang halal dan tabahan dalam menjalani kehidupan.
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya : Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan (permintaan) bagimu… QS Al mukmin :60
لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ
وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ
Artinya: “Tidak ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah
selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain perbuatan
baik.” (HR At-Tirmidzi).
Perlu diketahui bahwa
terdapat dua jenis doa yang digunakan dalam istilah syariat:
Pertama, doa masalah (دعاء
المسألة) atau doa permintaan. Maksudnya, seseorang berdoa kepada
Allah Ta’ala dengan ucapan lisannya, meminta kepada
Allah Ta’ala agar mendapatkan kebaikan yang dia inginkan atau
agar terhindar dari suatu keburukan (bahaya). Inilah pengertian doa yang banyak
dipahami oleh kaum muslimin.
اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى
الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى
الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً
بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ
مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Artinya: "Ya
Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan,
tambahnya pengetahuan,
berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati,
mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut,
dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan
pada hari hisab (perhitungan)."
Betapa Allah SWT maha
membolak-balikkan hati manusia. Berdoa kita kepada Allah SWT agar diberikan
ketetapan hati dan senantiasa Istiqomah. Sebagaimana doa yang diajarkan
Rasulullah SAW:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى
عَلَى دِينِكَ
Artinya: Wahai Zat
yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.'
Dan doa seperti dalam
Al Quran Surat Ali-Imran ayat 8:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya: "Ya
Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah
Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari
sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia)."
Kedua, doa ibadah (دعاء
العبادة). Maksudnya, semua jenis ibadah yang kita lakukan pada
hakikatnya adalah doa. Buktinya, kalau kita bertanya kepada seseorang yang
beribadah kepada Allah Ta’ala, “Apa tujuanmu mendirikan
shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan menunaikan hak-hak Allah Ta’ala?”
Niscaya orang beriman
akan menjawab, “Aku bermaksud dengan ibadah tersebut agar mendapatkan ridha
Allah Ta’ala, meraih pahala, selamat atau terbebas dari
hukuman-Nya.” Sehingga pada hakikatnya, seseorang yang beribadah kepada
Allah Ta’ala juga sedang meminta kepada Allah Ta’ala, yaitu
meminta agar ibadah tersebut diterima, mendapatkan pahala, dan agar diampuni
dosa-dosanya, meskipun dia tidak mengucapkan permintaan tersebut dengan
lisannya.
2. Ikhtiar - Jika seseorang mengharapkan sesuatu, misalnya perubahan
nasib, mendapatkan rezeki, ilmu, kelulusan ujian, kesehatan dan sebagainya,
maka ia harus melakukan suatu upaya lahiriah secara aktif dan nyata, dan inilah
yang disebut ikhtiar atau usaha.
Surat
Ar-Ra’d, ayat 11 sebagai berikut:
.. 3 cÎ) ©!$# w çÉitóã $tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/ ... ÇÊÊÈ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
3. Tawakkal - Seseorang yang bertawakal
adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan segala urusannya hanya kepada
Allah SWT.
Dalam
kehidupannya, Rasulullah SAW. Selalu berserah diri kepada Allah, ia tidak
pernah gelisah dan resah dalam menghadapi berbagai persoalan.
Pentingnya berserah diri (tawakal) setelah
berdoa, merupakan langkah yang wajib dilakukan agar berserah diri kepada Allah.
Hal ini tidak terlepas dari pandangan Islam tentang kemutlakan Tuhan.
Seorang yang
telah berusaha di sertai berdoa, tidak
lantas keinginannnya akan langsung terpenuhi saat itu juga. Jika Tuhan memiliki
kehendak lain, maka keinginan orang tersebut tidak akan bermakna apa apa.
Sebaliknya, jika
Tuhan sudah berkehendak, hal-hal yang awalnya sulit, akan berubah jadi mudah.
Dalam Surah ath-Thalaq:2-3, Allah berfirman, "
ÇËÈ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
membukakan jalan keluar baginya,
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ
اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dia
memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya.
Sungguh Allah Maha Kuasa atas
setiap sesuatu. (Q.S.At-Thalaq:2-3)
Rasulullah
saw bersabda :
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal
yang sebenar-benarnya, kalian pasti diberi rezeki sebagaimana burung diberi
rezeki, ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong, kemudian pulang
pada sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR Tirmidzi)
¼çm¯RÎ) }§øs9 ¼çms9 í`»sÜù=ß n?tã úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä 4n?tãur óOÎgÎn/u tbqè=2uqtGt ÇÒÒÈ
Sesungguhnya
syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan
bertawakkal kepada Tuhannya. (An-Nahl:99)
Imam
Ali (a.s): “Tawakal pada Allah adalah sumber pertolongan dari setiap kejahatan
dan perlindungan dari setiap musuh.” [Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, vol. 56, hal.
79].
Imam Bukhari dalam shahihnya meriwayatkan:
عَنِ
ابْنِ عَبَّاسٍ ( حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ ) قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ
عَلَيْهِ السَّلاَمُ حِينَ أُلْقِىَ فِى النَّارِ ، وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ – صلى
الله عليه وسلم – حِينَ قَالُوا إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ
فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ
الْوَكِيلُ
“Diriwayatkan dari
Ibn Abbas, ‘hassbunallah wani’mal wakil’ adalah kalimat yang diucapkan Ibrahim
–Semoga keselamatan diberikan kepadanya- saat dilempar ke api. Dan kalimat yang
diucapkan Nabi Muhammad saat mereka berkata: ‘Sesungguhnya manusia telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’,
maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah
Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung’ (Surah
al-Imron ayat 173).”
Dari Abu Mas'ud Al-Anshari berkata,
"Seorang laki-laki datang dengan menuntun seekor untanya yang telah diikat
dengan tali kekangnya seraya berkata, "Unta ini saya infakkan di jalan
Allah." Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Pada hari kiamat kelak, kamu akan
mendapatkan tujuh ratus unta beserta tali kekangnya. (HR. Muslim, Hadits No
3508)
Riwayat hadis di atas juga menguatkan
keutamaan berinfak sedekah sebagaimana yang Allah firmankan dalam Surah
Al-Baqarah Ayat 261: "Perumpamaan
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha
Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
$pkr'¯»t z`Ï%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) (#rçÝÇZs? ©!$# öNä.÷ÝÇZt ôMÎm6s[ãur ö/ä3tB#yø%r& ÇÐÈ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong
(agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(Q.S.Muhammad Ayat 7)



